Assalamualaikum..
Aku kirimkan salam yang sudah aku ketik di chatbox. ID-mu sudah kulihat online sedari tadi. Sedari tadi pula aku menunggu kau memberi salam padaku seperti biasanya, sampai akhirnya aku putuskan untuk menyapamu terlebih dahulu.
Tik tok tik tok, waktu berjalan. Aku mulai sebal menunggu balasan salam darimu. Ah sudahlah aku log out saja.
---
Wa'alaikumsalam..
Aku temukan balasanmu pada esok harinya di offline message. Dengan masih ada sisa sebal yang kemarin aku membalas pesanmu.
Tadinya aku mau tanya kabarmu. Tapi kamu lama balasnya. Aku jadi males.
Tak lama kemudian kau muncul, kau membalas.
Saya lagi sibuk.
Cuih, jawaban macam apa itu?!? Darahku makin naik. Apa kau tidak tahu kalau aku kangen?! Apa kamu ga kangen ya sama aku?! Sudahlah, aku tidak mau peduli lagi!! Kalau besok kamu menyapaku lagi aku tidak akan peduli, paling tidak aku akan marah habis-habisan. Huh!!
---
Ting Tong! Suara pemberitahuan jika seseorang online berbunyi. Aku tengok. Ehm, rupanya itu kamu. Ayo coba kita lihat, apa kamu akan memberi salam seperti tidak terjadi apa atau apa? Kalau kamu lakukan itu, lihat saja, kamu akan aku jutek-in habis-habisan. Lalu tak lama muncul kotak pesan darimu.
Maaf ya kemarin-kemarin saya balasnya lama.
Hiks! Kenapa aku begitu lemah pada kata maaf..
Kata maafmu membuat aku lupa akan marahku. Tak lama, kubalas pesanmu..